Pertimbangan-pertimbangan yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, mengenai keputusan berhutang untuk biaya pernikahan dirasa belum cukup untuk memantapkan Anda mengambil keputusan dalam berhutang. Simak beberapa pertimbangan lain untuk meyakinkan Anda, perlukah mengambil hutang untuk biaya pernikahan?
- Budget atau biaya pernikahan
Dalam menyusun anggaran permikahan harus dilakukan dengan penuh perencanaan dan perhitungan. Anda harus berhati-hati ketika memanagenya. Lakukan perhitungan dengan seksama dana yang telah disiapkan sebelum Anda mulai kesana-kemari mencari kebutuhan pernikahan. Selalu usahakan untuk mengadakan acara pernikahan dengan uang sendiri jika dibandingkan harus meminjam dari pihak lain.
- Ingat, masalah keuangan dapat memicu hubungan buruk dengan pasangan
Kehidupan setelah pernikahan memanglah kehidupan berdua yang sebenarnya, namun bukan berarti acara pernikahan menjadi sesuatu yang kurang penting. Justru momen ini pula yang akan menentukan kehidupan selanjutnya. Keputusan menikah berarti telah memutuskan segala hal, mulai dari rencana pernikahan hingga kehidupan setelah pernikahan. Dan uang pun berbicara di sini, jangan sampai masalah keuangan justru dapat memicu permasalahan. Musyawarahkan bersama mengenai biaya pernikahan, juga hitung perencanaan biaya hidup berdua setelah acara pernikahan.
- Berhati-hatilah, jika tidak ingin masuk daftar hitam Bank Indonesia
Sebagian orang yang telah gagal melunasi kewajiban pada bank, akan masuk ke dalam daftar hitam Bank Indonesia. Ingat, sekali Anda telah masuk daftar hitam tersebut, maka ketika membutuhkan kredit yang lain, misalnya pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau kendaraan bermotor akan mengalami kesulitan, bahkan bisa pengajuan Anda ditolak.
- Mengetahui batasan berhutang
Berhutang memang sangat diperbolehkan, namun pahami batasan dalam berhutang. Para pakar perencanaan keuangan sangat menyarankan bahwa batasan maksimal hutang yang aman adalah 30 % dari total pendapatan Anda dan pasangan. Semakin kecil batasan utang tentunya akan semakin baik. Sebagai contoh, jika total pendapatan Anda dan pasangan enam juta dalam sebulan, maka beban hutang per bulannya pun sebaiknya tidak lebih dari satu setengah juta.
Adanya 4 pertimbangan di atas akan memberikan sejumlah langkah yang dapat diambil untuk memutuskan berhutang atau tidak, atau jumlah yang akan diambil untuk menutupi kekurangan biaya pernikahan. Misalnya ketika Anda telah mengetahui batasan dalam berhutang barulah Anda dapat memilih produk pinjaman yang tepat sesuai dengan kondisi keuangan. Cerdaslah dalam memilih, karena pilihan yang tepat akan menentukan kelancaran pelunasan ke depan.
Sumber: blog.duitpintar.com




