Pengeluaran harus diatur. Jika tidak, keuangan Anda akan carut marut, bahkan mendatangkan kebangkrutan. Cara mengaturnya bisa dengan membedakan kebutuhan dan keinginan serta memilih prioritas terlebih dahulu. Anda juga harus mengetahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran.

Setelah pandai mengatur keuangan, Anda juga harus giat menabung dan menghindari utang. Menabung dan berutang adalah dua hal yang berkebalikan. Tapi, bukan berarti Anda tidak boleh berutang. Jika kondisi tidak memungkinkan, inilah beberapa waktu dimana Anda boleh berutang.

Pertama, ketika utang itu dipergunakan untuk sesuatu yang produktif, misalnya untuk bisnis. Bisnis adalah kegiatan produktif, biarpun hasilnya kadang tidak secara langsung dapat dinikmati. Namun sebaiknya hasil bisnis bisa lebih besar dibandingkan dengan bunga dan cicilan yang Anda bayar.

Kedua, ketika utang akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik, contohnya rumah. Rumah adalah tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya. Nilai bangunan akan menurun dalam jangka waktu 10-15 tahun. Sebaliknya, nilai tanah justru akan naik dari tahun ke tahun. Bahkan, kenaikan harga tanah ini sering kali jauh lebih besar daripada penurunan nilai bangunan.

Ketiga, ketika Anda tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang-barang yang Anda butuhkan, walau nilai barang itu menurun, misalnya elektronik. Barang elektronik nilainya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, barang ini penting dan pembeliannya sering kali tidak bisa ditunda. Nah, jika Anda tidak punya uang tunai untuk membelinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas utang yang ada di sekitar Anda.

Sumber: windalove.wordpress.com

Bagikan melalui