Terkadang seorang wirausahawan muda menganggap terlalu remeh aliran kas atau cash flow bisnis yang tengah ia geluti. Ia tak sadar bahwa semakin besar sebuah usaha kita kelola, akan semakin sulit pula mengelola aliran keluar-masuk dana kita tanpa pemahaman dan pembagian yang jelas perihal aliran kas tersebut.
Padahal, bagi sebuah usaha manajemen cash flow adalah sebuah kewajiban jika tak ingin bisnis yang kita bangun karut-marut dan tumbang. Maka dari itu, adalah penting bagi Anda yang ingin sukses mengelola keuangan untuk mengerti seluk-beluk cash flow.
Hal utama yang perlu Anda ingat, cash flow merupakan aliran keluar-masuk dana. Dalam sebuah usaha, bentuk aliran kas akan dibagi menjadi tiga kelompok besar, yakni aliran kas awal, operasional, dan akhir.
Aliran kas awal juga biasa disebut Initial Cash Flow, merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi. Sebagai contoh; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan, dan lain sebagainya. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow)
Kedua, adalah aliran kas operasional (Operational Cash Flow). Aliran ini merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional usaha, semisal; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Untuk itulah aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan kas keluar (cash out flow).
Ketiga, aliran kas akhir (Terminal Cash Flow), yakni aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu), seperti; sisa modal kerja, nilai sisa usaha (penjualan peralatan usaha).
Anda, sebagai seorang atasan dari bisnis yang Anda bangun, tentu harus mampu mengambil keputusan atau kebijakan berdasarkan aliran kas tersebut. Banyak usaha gagal mencapai sebuah bisnis ideal karena pengusaha kurang jeli melihat pengelolaan cash flow tersebut.
Sumber: ilmumanajemen.wordpress.com




