Sukses finansial bukanlah suatu hal yang datang tiba-tiba. Butuh kerja keras, disiplin, dan konsistensi yang dilakukan bertahun-tahun untuk mencapainya. Namun, lebih dari itu semua, dibutuhkan dasar yang kuat dan pijakan yang benar-benar pantas agar kita tampak pantas berada di puncak kestabilan finansial itu.

Pertama, dimulai dari kebutuhan dasar. Hal paling dasar puncak kesuksesan kita adalah kebutuhan dasar. Apa yang kita butuhkan setiap hari? Ya, kebutuhan primer seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan lain-lain yang tak tergantikan.

Untuk menghasilkan stabilitas finansial, tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan diri Anda sendiri. Anda juga harus mampu memenuhi kebutuhan keluarga Anda, membuat rekening tabungan, dan mengurangi hutang. Untuk melakukan ini, Anda memerlukan mata pencaharian, pekerjaan, atau penghasilan tetap.

Kedua, saat kebutuhan dasar terpenuhi, cobalah masuk tahap safety net. Pada pijakan ini, Anda harus mampu menopang diri Anda dengan nyaman tanpa risiko kelaparan atau tidak mampu membayar tagihan kartu kredit. Terapkan sebuah perencanaan keuangan yang dapat membayar semua kebutuhan dasar, tetapi tetap memiliki sisa uang.

Jika Anda termasuk orang yang gampang tergiur menghabiskan banyak uang, ikutlah asuransi atau tabungan dana darurat, atau keduanya. Dari tahap ini Anda akan mengerti lebih baik mengenai manajemen keuangan, termasuk tagihan pajak dan dasar perencanaan.

Ingatlah bahwa dana darurat terletak terpisah dari tabungan, dan harus cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga jika Anda kehilangan pekerjaan, misalnya sebesar tiga bulan gaji. Hilangkan pengeluaran yang tak diperlukan, ganti dengan yang benar-benar Anda butuhkan.

Ketiga, berpikirlah tentang smart risks. Ketika perencanaan keuangan telah menjadi standar perilaku Anda, maka saat tersebut adalah waktu yang tepat untuk membawa karir Anda ke tingkat selanjutnya. Raih kebebasan finansial Anda dengan meningkatkan prestasi di kantor, atau bahkan keluar dari pekerjan dan memulai bisnis sendiri. Anda dalam survival mode, jadi berhati-hatilah dengan risiko yang Anda ambil.

Agar penghasilan lebih “longgar”, pelajari tentang investasi dan bagaimana menjaga uang Anda tetap utuh. Anda bisa memulai dengan meriset saham “aman” di bursa lokal atau internasional. Buatlah catatan mengenai tren yang bisa berdampak pada kemampuan pembelian Anda, seperti inflasi dan ekonomi lokal.

Tahap terakhir, The Big Time. Tujuan akhir inilah yang harus Anda wujudkan: kebebasan finansial. Anda tidak harus menjadi kaya-raya atau memiliki banyak sekali uang untuk mencapai tahap ini. Hal yang lebih penting adalah, Anda memiliki arus kas yang stabil dan tabungan yang cukup untuk pensiun dini. Anda juga mungkin bisa memulai untuk menghasilkan pendapatan pasif dari bentuk investasi apapun.

Sumber: halomoney.co.id

Bagikan melalui