Beberapa barang di rumah atau tempat usaha Anda kadang mengalami kerusakan. Lalu, saat itu juga Anda akan dihadapkan pada dua pilihan: perbaiki atau beli baru saja?

Misalnya, saat personal computer (PC) kerja Anda mulai rewel, Anda tentu harus segera mengambil keputusan, apakah sebaiknya diperbaiki atau lebih baik beli yang baru? Tentu tak jadi persoalan besar jika nilai barang itu kecil atau Anda tak terlalu membutuhkan barang tersebut. Namun, bagaimana jika barang itu relatif mahal dan atau tergolong barang penting yang sangat Anda butuhkan?

Nah, beberapa hal berikut mungkin bisa Anda terapkan sebagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan repair-or-buy.

Pertama, carilah perbandingan estimasi pengeluaran antara memperbaiki dengan membeli baru. Tentu saja perbandingan itu dilihat dari biaya paling rendah masing-masing pilihan. Bagaimana caranya? Dengan survei pasar. Setidaknya, carilah tiga harga pembanding.

Namun, itu saja belum cukup. Yang juga penting untuk pertimbangan adalah penyusutan nilai. Tetapi hati-hati, menganalisis usage cost suatu alat atau barang tentu akan berbeda dengan yang tanpa penyusutan karena penggunaan. Misalnya, penyusutan nilai bangunan tentu beda dengan penyusutan nilai mesin fotokopi, kan?

Kedua, perhatikan umur ekonomis barang tersebut. Beberapa barang punya tanggal “kadaluarsa”. Sebagai contoh, beberapa bagian dalam mesin fotokopi memiliki waktu aus atau kadaluarsa, semisal lampu kilat, roller, dan header. Untuk bagian-bagian itu tentu harus dialokasikan berdasarkan output yang dihasilkan. Dalam hal ini umur ekonomis diukur dengan jumlah lembar fotokopi yang dihasilkan.

Maka, saat Anda meminta penawaran harga barang baru, mintalah juga penawaran suku cadang lengkap dengan spesifikasi dan kapaisatnya. Jumlahkan semua nilai suku cadang, lalu bagi dengan kapasitas. Dari situ sudah mendapat cost yang harus dialokasikan.

Nah, setelah semua perbandingan didapat, terakhir, perhatikan efisiensi. Efisiensi juga memperhitungkan bujet. Tangguhkan membeli barang baru jika persediaan cash belum mencukupi dan masih bisa diperbaiki. Tapi kalau memang mendesak, belilah dengan menangguhkan kebutuhan lain yang kurang mendesak.

Sumber: putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com

Bagikan melalui