Kita sadar bahwa biaya pendidikan semakin besar jumlahnya, terutama ketika mulai mencapai pendidikan dalam tingkatan yang lebi tinggi. Karena itulah akan lebih baik apabila hal ini dipikirkan jauh-jauh hari. Sehingga tidak akan kelabakan ketika tengah masuk masa pendaftaran masuk sekolah anak. Terlebih masa pendaftaran ini memiliki batas waktu.

Hal inilah yang menjadikan dasar bagi para orang tua agar lebih siap dalam mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak sebagai salah tujuan keuangan. Besarnya biaya pendidikan yang semakin naik setiap tahunnya karena terbentur oleh tingkat inflasi. Sehingga semakin tinggi inflasi maka akan semakin tinggi pula dana pendidikan yang harus dipersiapkan.

Terlepas dari itu, setiap orang tua tentunya menginginkan anaknya dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik dengan menyekolahkannya di tempat yang memiliki kualitas pendidikan yang mumpuni atau dapat dikatakan sekolah favorit. Di balik hal tersebut tentu dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Dengan menyadari kebutuhan ini maka setiap orang tua harus mengedepankan pentingnya dana pendidikan sejak dini.

Dimulai ketika anak belum mencapai usia sekolah, bahkan ada beberapa pakar finansial yang menyarankan agar perencanaan dana pendidikan anak harus dimulai ketika masih berada di dalam kandungan. Hasilnya akan meringankan beban keuangan orang tua, karena memiliki jangka waktu yang lebih lama.

Anda dapat memulainya dengan menghitung jangka waktu. Misalnya ketika anak masih berusia satu tahun, maka enam tahun ke depan anak akan memasuki bangku sekolah dasar. Dengan demikian Anda dapat mengasumsikan berapa biaya yang akan dibutuhkan untuk pendididkan anak. Anda dapat memperoleh informasi dari sekolah-sekolah saat ini dan mengestimasikan kenaikan biaya ketika anak masuk usia sekolah.

Langkah selanjutnya adalah dengan memilih alat atau instrumen yang tepat dalam memenuhi kebutuhan dana pendidikan tersebut. Misalnya melalui tabungan pendidikan dengan jangka waktu yang dapat disesuaikan dengan jangka waktu ketika anak mulai masuk masa sekolah, atau dengan asuransi pendidikan, investasi emas, hingga berupa deposito pendidikan.

Diantara beberapa jenis instrumen tersebut, sebaiknya pilih berdasarkan jangka waktu yang dibutuhkan. Hitunglah dengan cermat, berapa jumlah keuangan yang ingin dicapai. Sebagai contoh apabila Anda memilih tabungan pendidikan seperti tabungan berjangka, maka hanya akan cair ketika waktunya tiba. Jumlah tabungan setiap bulannya pun akan disesuaikan dengan besarnya dana yang dibutuhkan di kemudian hari. Cara ini memang memiliki kesan ‘memaksa’, namun menjadikan orang tua disiplin dalam menabung.

Sumber: blog.duitpintar.com

Bagikan melalui