Masih banyak mahasiswa yang lulus kuliah masih belum bisa mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan harapan. Sekadar memenuhi kebutuhan hidup saja terkadang masih kesulitan, apalagi memiliki rumah sendiri. Padahal faktanya, harga rumah tiap tahun kian membumbung tinggi. Ya, setidaknya harga properti mengalami kenaikan 10-20% tiap tahunnya.
Namun, jika para mahasiswa mampu merencanakan lebih awal, bukan tidak mungkin bisa memperoleh kredit KPR meski di bangku kuliah. Inilah beberapa hal yang bisa para mahasiswa lakukan.
Pertama, merencakan kapan akan membeli rumah. Sebaiknya maksimal lima tahun setelah mulai bekerja atau setelah lulus kuliah.
Kedua, menghitung harga rumah masa depan. Berpikirlah secara realistis. Tentukan kisaran harga rumah yang diminti, tentu saja jangan yang terlalu mahal. Lalu, hitunglah harga rumah tersebut di masa mendatang. Hasilnya tentu saja akan lebih mahal dari harga sekarang. Untuk bisa menentukan harga rumah di masa depan, mahasiswa bisa meminta bantuan ahlinya.
Ketiga, menghemat pengeluaran. Perjuangan mendapatkan rumah sendiri bisa dilakukan dimulai dengan cara mengalokasikan dana dari uang pribadi. Alokasikan minimal 10% dari uang kiriman orang tua untuk dana pembelian rumah. Hal lain bisa dilakukan dengan cara mengurangi biaya untu belanja dan hura-hura.
Keempat, mencari penghasilan tambahan. Alangkah baiknya meski masih kuliah, para mahasiswa juga belajar mendapatkan penghasilan tambahan yang bersifat paruh waktu. Ingatlah, bekerja hanya untuk sebagai penghasilan tambahan, tugas utama tetap kuliah.
Kelima, mulai melakukan investasi. Lakukan investasi dari sekarang dalam bentuk reksadana, saham, emas, bisnis internet dan lain-lain.
Keenam, membeli rumah melalui KPR. Dengan mengajukan KPR, mahasiswa hanya cukup membayar 30% dari harga rumah, sementara sisanya yang membayar adalah bank. Selanjutnya, mahasiswa cukup membayar cicilan pelunasan kepada pihak bank.
Sumber: funpreuner.blogspot.com




