Sekarang di sepanjang jalan, mata kita sudah tak asing lagi dengan produk jualan waralaba. Produk yang ditawarkan macam-macam, mulai dari minuman, makanan, tempat makan hingga tempat berbelanja. Bentuk usaha yang juga dikenal sebagai franchise itu merupakan pemberian lisensi oleh suatu pihak (perorangan maupun perusahaan) yang bertindak sebagai pemberi franchise kepada pihak lain sebagai penerima franchise untuk membuka usaha dengan menggunakan merek dagang dan keseluruhan sistem bisnisnya.
Kunci utama melakukan bisnis dagang dan jasa bukankah terletak pada pemasaran yang andal? Dengan adanya waralaba, investor lebih mudah untuk memasarkan barang dagangannya. Itu karena pasar sudah lebih dulu mengenal merek dagang tersebut. Keuntungan itu menunjukkan bahwa waralaba bertujuan untuk membantu memudahkan investor baru dalam memasarkan dan mengenalkan produknya.
Orang-orang yang tertarik dengan usaha jenis ini, pastinya sudah tahu benar keuntungan-keuntungannya. Berikut adalah sisi postif jika Anda berbisnis franchise.
Pertama, risiko kegagalan lebih kecil. Ketika Anda membeli waralaba, tentu usaha itu sudah terbukti mapan dan berhasil. Bahkan menurut data statistik, waralaba mempunyai kesempatan lebih besar untuk sukses ketimbang orang yang memulai usahanya sendiri. Hasil penelitian mengungkapkan, bisnis independen memiliki risiko 70-80% mengalami kegagalan ketika memulai usahanya. Sementara para pengusaha franchise hanya 20-30%
Kedua, ada bantuan bisnis. Bila Anda membeli bisnis franchise, para franchisor akan memberi berbagai jenis bantuan untuk kemajuan bisnis seperti peralatan, bahan baku, konsultasi, pelatihan dan juga promosi.
Ketiga, kekuatan daya beli. Membeli barang dan bahan dalam jumlah besar tentu akan memperoleh harga lebih murah. Pembelian kolektif tersebut akan menjadikan daya beli lebih meningkat karena transaksi dilakukan dalam jumlah besar.
Keempat, popularitas merek. Banyak waralaba nasional dan internasional yang telah terkenal di masyarakat. Kepopuleran itu membuat mitra waralaba lebih mudah mendatangkan konsumen.
Sumber: kerjausaha.com




