Anda mempunyai sejumlah uang tapi bingung untuk memulai berinvestasi. Salah mengambil keputusan, maka uang Anda bisa melayang tanpa bekas. Padahal, seperti yang kita tahu, proyek investasi memerlukan dana yang sangat besar. Agar tak salah langkah, berikut hal-hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan Anda.
Pertama, tujuan investasi. Tak hanya berinvestasi, hal lain juga memerlukan tujuan yang jelas. Umumnya, tujuan orang berinvestasi adalah mencari keuntungan atau tambahan penghasilan di masa mendatang. Nah, tujuan itulah yang harus nyata dan realistis.
Jelas, artinya ada yang ingin Anda capai dalam berinvestasi. Sedangkan nyata artinya tujuan Anda bukan khayalan tapi sesuatu yang realistis. Ini penting karena tujuan menjadi pegangan dasar untuk berinevstasi.
Kedua, kenali karakter. Secara umum, karakter investor terbagi atas tiga yakni pengambil risiko, penghindar risiko dan netral. Karakter inilah yang bakal berpengaruh pada perilaku dan strategi berinvestasi.
Ketiga, modal. Modal merupakan faktor mutlak yang harus dimiliki oleh investor. Besar kecilnya modal tergantung dari kebutuhan dan kemampuan investor. Semakin besar modal maka semakin besar pula keuntungannya.
Keempat, jenis investasi. Untuk menentukannya, Anda perlu membuat rencana tentang pengeluaran jangka waktu pendek, menengah, panjang. Jangka waktu investasi dapat menentukan perilaku investor dalam menentukan besar risiko yang dapat ditanggung.
Kelima, keuntungan dan risiko. Besar kecilnya keuntungan tergantung pada besar kecil tujuan dan kemampuan Anda mewujudkannya. Ingatlah bahwa risiko selalu mengikuti investasi.
Keenam, evaluasi kinerja keuangan. Ada orang yang memilih satu jenis investasi berdasarkan keuntungan yang tinggi. Data historis membuktikan, investasi yang mempunyai kinerja bagus di masa lalu, tidak selalu memberikan kinerja sama pada masa datang.
Ketujuh, diversifikasi. Diversifikasi dalam hal ini adalah berinvestasi lebih dari satu investasi. Ini berguna untuk mengendalikan risiko karena bila nilai salah satu investasi turun, nilai investasi yang lain mungin naik.
(Sumber: 2013, Adi Setiawan Marsis dalam ‘’Rahasia Terbesar Investasi’’ halaman 11-13)




